Mid Career Crisis – Kita biasanya sering mendengar istilah quarter life crisis, yaitu kondisi kegelisahan seseorang terhadap arah hidup saat menginjak usia dewasa (18–30 tahun), mulai dari percintaan, karier, dan kehidupan sosial. Nah, pernahkah kalian mendengar tentang mid career crisis?

Bisa dibilang, mid career crisis ini mirip dengan quarter life crisis, yaitu kondisi kegelisahan seseorang terhadap kariernya. Menurut Glints, yang harus dilakukan jika ini terjadi ada dua pilihan: bertahan di pekerjaan yang digeluti atau mencari peluang baru.

Kalau sudah begini, lebih baik pilih yang mana, ya? Yuk, kita bahas lebih lanjut lagi!

Apa Itu Mid Career Crisis?

Mid career crisis merupakan kondisi kegelisahan yang dialami seseorang terhadap karirnya, yaitu ketika ia merasa karirnya tidak berkembang seperti yang diinginkan meskipun sudah menjalaninya selama beberapa tahun.

Menurut Warta Ekonomi, ada tiga hal yang bisa menyebabkan mid career crisis, antara lain:

Di masa lalu, tentu kita akan dihadapkan untuk memilih satu pilihan di depan mata, tak terkecuali terkait karier yang akan kita ambil.

Namun, meskipun kita sudah memilih jalan karir yang diinginkan, terkadang muncul rasa penyesalan karena tidak memilih pilihan lainnya.

Hal ini berhubungan dengan nomor di atas, karena kita merasa menyesal telah memilih pilihan karier yang sekarang dan perasaan menyesal itu lah yang membuat kita merasa salah memilih pilihan karier.

Karena terlalu sering menghabiskan waktu di tempat kerja, kita bisa saja mengalami burnout karena bosan dengan rutinitas yang kita jalani, meskipun karier yang dijalani saat itu adalah passion yang kita inginkan.

Kalau kamu pernah mengalami hal yang satu ini, kamu nggak perlu takut karena perasaan galau yang satu ini emang wajar terjadi. Artinya, kamu punya self awareness untuk mencoba mencari peluang besar untuk mengembangkan karirmu.

Meski pun begitu, kamu nggak bisa membiarkan perasaan ini berlarut-larut loh, karena dari perasaan galau ini bisa berujung ke stress berkepanjangan.

Tanda-Tanda Mid Career Crisis

Coba tanyakan diri kalian sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan dari lifehack.org yang satu ini:

Nah, jika sudah, coba cek tanda-tanda dari Jobbio yang bisa menandakan kamu sedang terkena mid career crisis.

Baca Juga : Extrinsic Motivation: Motivasi Kerja Demi Imbalan

Jika proyek yang sebelumnya bikin kamu bersemangat, justru bikin kamu suntuk atau kamu tidak bisa melihat kesenangan saat mengerjakan tugas harian, berarti kamu mengalami kehilangan motivasi atau demotivasi dalam bekerja.

Demotivasi bisa membuat kamu menjauhi peluang baru yang bisa saja memberikan tantangan baru buat kamu.

Mid career crisis juga ditandai dengan kehilangan kepercayaan diri yang didasari keraguanmu terhadap pekerjaanmu karena merasa tidak mendapatkan validasi dari atasan, rekan kerja, atau timmu.

Alhasil, kamu jadi ragu dengan kemampuanmu sendiri sehingga kepercayaan dirimu semakin menurun dan sulit ditingkatkan lagi.

Percaya atau nggak, memberikan sikap judes terhadap karyawan baru juga menandakan kamu mengalami mid career crisis, loh. Kamu yang seharusnya merangkul karyawan baru itu sehangat mungkin, justru memberikan sikap dingin.

Padahal, seharusnya aura positif dari karyawan baru bisa mempengaruhi suasana sekitarnya menjadi positif juga loh. Sayangnya untuk yang sedang mengalami mid career crisis, semangat positif itu justru bikin mereka sumpek.

Bahkan rekan kerja yang kenal lebih lama ketimbang karyawan baru pun tidak lepas dari sikap dingin orang-orang yang mengalami mid career crisis ini.

Jika kamu merasa seperti ini, kamu harus berhati-hati karena rekan kerjamu bisa menganggapmu sombong dari sikap dinginmu terhadap mereka.

Wajar kok jika kamu merasa lelah selepas bekerja, tetapi akan menjadi tidak wajar kalau kamu terus-terusan merasa lelah setiap pulang bekerja.

Apalagi jika kelelahan ini mulai memengaruhi kesehatan fisik dan mentalmu, segera atasi sebelum terlambat.

Bagaimana Cara Mengatasi Mid Career Crisis?

Untuk mengatasi mid career crisis, berikut adalah tips-tips yang bisa kamu lakukan di bawah ini:

Mau tidak mau, kamu harus mencari pertolongan dari orang-orang terdekatmu yang bisa membantumu mencari jalan keluar dari permasalahanmu. Bisa saja orang-orang itu adalah teman, rekan sekantor, mentor, dan bisa juga pacar.

Yang penting adalah kamu harus mendapatkan bantuan dukungan moral dari orang-orang terdekatmu agar kamu tidak tenggelam terlalu dalam di masalahmu.

Ada tiga unsur utama di dalam karier seseorang yang perlu kamu ketahui. Karena bisa saja permasalahan mid career crisis yang kamu alami berasal dari ketiga hal tersebut sehingga kamu bisa lebih mudah mengatasinya:

Mencakup tugas dan tanggung jawabmu setiap hari. Perhatikan jika pekerjaanmu bisa meningkatkan potensi kinerjamu dan bisa membuatmu puas.

Berhubungan dengan misi, tujuan, dan dampak yang ingin diraih perusahaan tempat kamu bekerja. Mungkin ada produk atau jasa mereka yang setidaknya sesuai dengan nilai-nilaimu dan juga menarik perhatianmu.

Mencakup budaya perusahaan dan lingkungan fisik. Apa kamu bisa merasa fleksibel saat bekerja dan bisa menjalin hubungan baik dengan rekan kerja serta atasanmu.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu faktor utama yang memicu mid career crisis adalah penyesalan.

Tapi, kamu harus tahu bahwa masa lalu nggak bisa diubah dan yang bisa kita lakukan hanya memaksimalkan masa sekarang yang kita jalani saat ini. Salah satu caranya dengan mencari hobi baru atau mencoba menjalani hobi lama yang kamu tinggalkan dulu. 

Atau bisa juga kamu melakukan apa yang bikin kamu senang di tempat kerjamu.

Kamu harus menyusun perencanaan karier yang sesuai dengan keinginanmu. Untuk melakukannya, perhatikan hal-hal berikut ini untuk memudahkanmu dalam menyusun perencanaan karier.

Dari sini, kamu bisa terfokus dalam membentuk karier yang paling kamu inginkan.

Nah, dari sini kamu pasti bisa mengatasi mid career crisis yang mungkin sedang kamu alami saat ini.

Buat Website Mudah dan Cepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *