Ikuti Kami :

Meskipun manusia adalah makhluk berpikir, manusia pun juga tempatnya salah, pikiran mereka tentu dipengaruhi oleh situasi yang terjadi saat itu. Terkadang, kita bisa salah menangkap informasi yang didapatkan, hal tersebut kemudian dikenal sebagai cognitive bias atau bias kognitif.

Cognitive bias ini wajar terjadi kok! Bahkan secara tak sadar keputusan-keputusan yang diambil berdasarkan situasi tersebut akan menghasilkan bias. Alasannya dilihat dari pola pikir manusia yang heuritis sehingga lebih condong untuk mengambil “jalan pintas”, tanpa tau “jalan pintas” itu benar atau salah.

Nah, kali ini kita akan membahas lebih dalam tentang cognitive bias dan bagaimana cara mengakalinya dalam mengambil keputusan di lingkungan kerja, check it out!

Apa Itu Cognitive Bias?

Lebih detailnya, cognitive bias atau bias kognitif ini proses berpikir secara sistematis yang dialami seseorang saat mencerna informasi sehingga mempengaruhi keputusan yang diambil.

Kalau secara singkatnya, bias kognitif ini cara seseorang dalam menangkap informasi lalu membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut.

Bias kognitif ini bisa membantu kita dalam memutuskan pilihan yang akan kita ambil berdasarkan individu, lokasi, objek, ide, dan kejadian saat itu. Makanya, bias kognitif sering dijadikan cara cepat mengambil keputusan.

Berikut adalah kondisi-kondisi yang bisa menjadi pertanda adanya bias kognitif, yaitu:

  • Terlalu berfokus pada informasi yang sesuai dengan pemikiran kita.
  • Cenderung untuk menyalahkan faktor eksternal saat rencana tidak berjalan seharusnya.
  • Menganggap keberhasilan orang lain sebagai “hoki saja”.
  • Menganggap orang lain mengambil ide kita.
  • Merasa sok tahu banyak hal padahal baru mempelajari sedikit.

Sayangnya, dari kondisi-kondisi ini bias kognitif bisa mempengaruhi kondisi mental, dan bahkan bisa membuat seseorang mengalami gangguan kecemasan.

Alasannya adalah cara berpikir ini malah bikin kamu mengira-ngira akan sesuatu yang belum tentu terjadi sehingga dapat menimbulkan kecemasan. Kita bisa melihat contoh langsungnya dari penganut teori konspirasi.

Baca juga: Apa Sih Pentingnya Soft Skill di Dunia Kerja?

Tipe-Tipe Cognitive Bias di Lingkungan Kerja

Dari Indeed, terdapat 8 jenis bias kognitif yang biasa terjadi di lingkungan kerja, yaitu:

  1. Overconfidence bias

Jenis bias kognitif ini terjadi jika seseorang merasa lebih jago dari orang lain. Sebetulnya, bias yang satu ini ada nilai positifnya kok: orang lain termotivasi jadi lebih berani berpikir out of the box dan mengambil risiko.

Hanya saja, kalau kebablasan, overconfidence bias ini bisa membuat kamu jadi terlihat sombong karena terlalu percaya diri. Jadi, untuk mengatasi bias ini, kamu bisa merefleksikan kemampuanmu, salah satu caranya adalah dengan mengecek ulang hasil pekerjaan dan tanggung jawab yang kamu selesaikan di kantor.

  1. Self-serving bias

Bias kognitif ini terjadi saat kamu menghubungkan hasil atau pencapaian yang kamu dapatkan dari kepentinganmu. 

Sebagai contoh, kamu langsung merasa hasil proyek yang bagus itu berasal dari kerja kerasmu secara penuh. Atau, saat muncul isu ada yang dipromosikan dari timmu lalu langsung kegeeran kalau itu kamu.

Bias ini terjadi karena kamu merasa kemampuan yang kamu punya bisa membuat kamu mendapatkan pencapaian tersebut.

  1. Herd mentality

Bias yang satu ini terjadi kalau seseorang lebih memilih untuk “ikut-ikutan” melakukan apa yang dilakukan orang lain. Hal ini didorong oleh faktor emosi atau mental yang dimiliki orang tersebut.

Bias ini bisa mendorong seseorang maju untuk menjadi pemimpin agar pemikirannya bisa diterima orang lain.

  1. Loss aversion

Bias kognitif ini membuat seseorang mengambil keputusan dari rasa takut yang ia miliki agar bisa terhindar dari kekalahan. Meskipun begitu, tipe bias kognitif ini cukup membantu karena kamu bisa lebih kritis dalam melihat kesempatan sehingga kamu bisa menemukan kelemahan dari strategi yang ada.

  1. Narrative fallacy

Dalam bias kognitif ini, seseorang mengambil keputusan berdasarkan ide yang paling disukai ketimbang melihat faktanya. Biasanya, suatu ide yang didukung oleh sebuah cerita akan lebih gampang diterima, meskipun sudah disajikan fakta-fakta yang ada.

Dari sini, kita dapat simpulkan bias kognitif ini membuat seseorang mengambil keputusan karena orang tersebut menyukai ide tersebut. Sayangnya, bias ini membuat kita jadi tidak mau tahu fakta-fakta dan pertimbangan lain yang lebih logis dari ide yang disukai.

  1. Confirmation bias

Bias kognitif ini membuat seseorang menghasilkan sebuah hipotesis lalu mencari-cari informasi yang bisa mendukung hipotesis itu. 

Sayangnya, bias ini malah membuat orang tersebut jadi haus akan pembenaran dari hipotesis yang sudah ada sebelumnya. Padahal, hipotesis tersebut belum sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Untuk menghindarinya, kamu harus berpikir kritis dalam menerima informasi. Dengan begitu, kamu bisa lebih objektif dalam menerima informasi sehingga tidak menghasilkan bias dalam hipotesismu.

  1. Halo effect

Tipe bias kognitif ini membuat seseorang menilai seseorang hanya dari satu faktor saja, bisa dibilang bias kognitif ini lebih cocok digambarkan dengan idiom “judging from the cover”.

Singkatnya, halo effect menilai seseorang mempunyai kualitas yang lebih baik dengan melihatnya dari satu sisi saja, tanpa melihat sisi-sisi lainnya.

  1. Ostrich effect

Bias kognitif ini membuat si pengambil keputusan gelap mata dengan fakta-fakta negatif yang ada sehingga ia bisa melihat keputusannya lah yang baik. Bias ini sering terjadi pada seseorang yang sudah membuat keputusan yang sudah pasti.

Untuk menghindarinya, kamu harus melakukan riset sedalam mungkin dalam mengambil keputusan.

Bagaimana Cara Menghindari Cognitive Bias?

Untuk menghindari bias kognitif, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  • Mempelajari jenis-jenis bias yang bisa terjadi supaya kamu bisa lebih mudah mengetahuinya.
  • Tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan dalam situasi yang rawan menghasilkan bias.
  • Meminta bantuan orang lain yang lebih ahli untuk membantumu dalam menganalisis kemungkinan-kemungkinan tertentu yang ada.
  • Membuat parameter objektif yang bisa membantu kamu untuk fokus pada informasi yang relevan di lapangan.

Setelah membaca artikel ini, kita jadi tahu seperti apa cognitive bias, apa saja jenisnya, serta apa yang harus dilakukan untuk menghindari bias kognitif ini.

Buat website mudah dan gratis, coba Konekios sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *